askep asma

A.    PENGKAJIAN
1.    IDENTITAS PASIEN
a.    Nama                                             :    Tn. M
b.    Tempat dan tanggal lahir               :    Klaten, 14 Maret 1969
c.    Pendidikan terakhir                       :    SD
d.   Agama                                           :    Islam
e.    Status perkawinan                         :    Menikah
f.     Tinggi Badan / Berat Badan          :    155 cm/43 kg
g.    Penampilan umum                         :    Composmentis         tampak lemah
h.    Ciri – ciri tubuh                             :    Tinggi, kulit sawo matang
i.      Alamat                                           :    Jl. Prayan No. 14, Jetis,
Karang Nongko, Klaten
j.      Orang terdekat yang mudah dihubungi     :  Ny. D
k.    Hubungan dengan klien                :    Istri klien
l.      Tanggal masuk RS                         :    23 April 2014
m.  Diagnosa medis                             :    Asma
n.    No. RM                                         :    99.1
2.       KELUHAN UTAMA
Klien merasa sesak saat beraktivitas dan napasnya pendek
3.       RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang dengan keluhan  napas pendek, napsu makan menurun, RR 24x/menit, TD 110/70 mmhg. N 80x/menit, T 36,50C terdengar suara nafas Wheezing.
4.         RIWAYA PENYAKIT DAHULU
Klien mengatakan mempunyai riwayat Asma sejak umur 5 tahun
5.       RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
Tidak ada riwayat penyakit keluarga.   
6.         RIWAYAT LINGKUNGAN
Tipe tempat tinggal permanent dengan jumlah kamar ada 3. Jumlah orang yang tinggal di rumah sebanyak 4 orang,  dengan kondisi tempat tinggal penerangan cukup, kebersihan dan kerapihan cukup, sirkulasi udara cukup,keadaan kamar mandi cukup baik tidak terlalu tinggi dan tidak licin.
7.    POLA FUNGSI KESEHATAN
a.    Pola persepsi dan pemeliharaan kesehatan
-          Sebelum sakit klien beraktivitas dengan normal. Klien dan keluarga mengetahui penyakit asma diderita klien.
-          Selama sakit klien terbatasi dalam  aktivitasnya, klien tidak menyukai keadaannya dan berharap cepat sembuh.
b.    Pola aktifitas dan latihan
-          Sebelum sakit klien bekerja di sebuah pabrik. Klien tidak pernah melakukan kegiatan olah raga.
-          Selama sakit klien hanya tidur dan istirahat.
c.    Pola nutrisi dan metabolik
-          Sebelum sakit pasien makan 3 x/sehari dengan porsi 1 kali makan habis, minum air teh atau putih 1000 cc/hari.
-          Selama sakit pasien makan 3x/hari dengan pola makan habis ½ porsi habis dan minum air putih 700 cc/hari.
d.   Pola eliminasi
-            Sebelum sakit pasien BAB 1x/hari dengan konsentrasi padat, bau khas dan warnanya kuning kecoklatan. BAK 900 – 1000 cc/hari dengan warna kuning pekat dan bau khas.
-            Selama sakit pasien BAB 1x/hari dengan konsistensi padat, bau khas dan warnanya kuning kecoklatan BAK 600 - 800 cc/hari dengan warna kuning pekat dan bau khas.
e.    Pola istirahat dan tidur
-            Sebelum sakit pasien tidur 7-8 jam pada malam hari dan kadang tidur siang selama 1 jam.
-            Selama sakit pasien tidur 4-5 jam dan kadang-kadang sering terbangun. Tidur siang  1-2 jam.
f.     Pola kognitif persepsi
Pasien dapat berkomunikasi dengan baik dan  lancar. Pasien mengatakan aktivitasnya sekarang jadi terbatas.
g.    Pola sensori visual
-          Test tajam tumpul: dapat membedakan antara tajam dan tumpul
-          Test panas dingin : dapat membedakan antara panas dan dingin
h.    Pola toleransi dan koping terhadap stress
Apabila pasien ada masalah selalu dibicarakan dengan keluarganya.
i.      Persepsi diri / konsep diri
Klien mengatakan pasrah dengan penyakit yang dideritanya.Klien berharap dapat sembuh dan dapat menjalankan aktifitasnya dengan normal.
j.      Pola seksual dan reproduksi
Pasien berjenis kelamin pria dan sudah menikah mempunyai 2 anak.
k.    Pola nilai dan keyakinan
-     Sebelum sakit klien selalu menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim (shalat 5 waktu). Klien kurang mengetahui akan penyakitnya namun klien percaya bahwa penyakitnya dapat disembuhkan.
-     Selama sakit klien melaksanakan shalat 3 – 4 waktu dan sering berdoa
8.      PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan umum                          : Lemah
b. Kesadaran                                  : composmentis
c. Vital sign: TD :110/70 mmHg, Nadi 80 kali/menit, Suhu 36,5ºC, RR 32 x/menit
d.Antropometri : TB 155 cm, BB 43 kg
e. Kepala
-  Muka       :  Sianonis (-), konjunctiva anemis, ukuran pupil kanan/kiri: 3 mm/ 3 mm, rangsang cahaya pupil kanan/ kiri: +/+
-  Hidung    :  bersih, napas cuping hidung (+)
-  Telinga     :  simetris, bersih, serumen (-)
-  Leher       :  pembesaran kelenjar toiroid (-)
f.  Dada                      :       simetris(+), retraksi dinding dada(+), otot bantu (+), wheezing(+)
g. Punggung               :       bersih
h. Abdomen               : datar (+), tidak kembung, bunyi abdomen timpani, peristaltik usus 8 x/menit
i.   Ekstremitas            : tidak ada edema
j.   Genetalia                : Bersih tidak ada kelainan dibuktikan tidak terpasang kateter
k. Rectum dan anus   : Klien mengatakan tidak ada hemoroid
B.     ANALISA DATA
No
Tgl/Jam
Data
Problem
Etiologi
1
23 April 2014 / 08.00 WIB
DS :
- Klien mengatakan mengalami napas pendek selama beberapa minggu.
- Klien mengatakan sesak napas sangat terasa saat beraktivitas.
Klien mengaakan napasnya berbunyi “ngik – ngik”
DO :
- Klien tampak letih
- Tampak adanya cuping hidung
- RR 32 x/menit
- Klien tampak terengah – engah saat bernapas.
- Bunyi napas wheezing
Ketidakefektifan pola napas (00032)
Keletihan otot pernapasan
2
23 April 2014 / 08.00 WIB
DS :
- Klien mengatakan napsu makan menurun
- Klien mengatakan makan habis ½ porsi
DO :
- BB/TB 43 kg/155 cm
- IMT 17,8 (kurus)
- Klien tampak lemah
- Makan habis ½ porsi
Resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Anoreksia
3
23 April 2014 / 08.00 WIB
DS :
- Klien mengatakan sesak napas setelah beraktivitas
- Klien mengatakan aktivitasnya terbatas
- Klien mengatakan cepat letih
DO :
- Klien tampak membatasi aktivitasnya
- Klien tampak letih
- Dispnea setelah beraktivitas
Intoleransi aktivitas (00092)
Ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan O2
C.    DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.         Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan keletihan otot pernapasan
2.         Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia
3.         Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan Oksigen


D.    INTERVENSI KEPERAWATAN
No DX
Tujuan Umum
Kriteria Hasil
Intervensi
Rasional
 TTD
1
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam pada pasien dengan ketidakefektifan pola napas dapat teratasi
Respiratory Status : Airway Patency (0410)
-     Menunjukan jalan napas paten (sesak (-), irama nnapas (-), frekuensi napas (24x/menit), wheezing (-)).
Vital Sign Status (0802)
-                 TTV : RR 24x/menit, TD 110/70 mmhg. N 80x/menit, T 36,50C
Airway Management (3140)
-   Posisikan pasien semi fowler
-   Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan napas buatan
-   Auskultasi suara napas, catat adanya suara tambahan
-   Monitor respirasi dan status Oksigen
Oxygen Theraphy (33200)
-     Atur peralatan oksigenasi
Vital Sign Monitoring ( 6680)
-     Monitor TTV (sebelum, selama dan sesudah aktivitas)
-       Memaksimalkan ekspansi paru
-       Untuk mengetahui alat bantu pernapasan yang sesuai dengan kebutuhan pasien
-       Untuk mengetahui suara napas abnormal paada pasien.
-       Untuk mengetahui kebutuhan O2 yang dibutuhkan
-       Untuk memastikan peralatan oksigenasi berfungsi dengan baik
-       Untuk mengetahuai apakah ada perubahan Ttv setelah melakukan aktivitas.

2
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam pada pasien dengan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh dapat teratasi
Nutritional Status
-   Adanya peningkatan berat badan (45 kg)
-   Berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan
-   napsu makan meningkat ( habis 1 porsi)
Nutritional status : energy (1007)
-   Klien tampak segar
Nutrition Theraphy (1120)
-   Berikan suplemen nutrisi
-   Berikan makanan kesukaan pasien dengan pertimbangan ahli gizi
-   Berikan makanan dengan porsi sedikit tapi sering
-   Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi untuk tubuh
-     Suplemen nutrisi membantu pasien mendapatkan zat nutrien sesuai dengan kebutuhan tubuh
-     menambah nafsu makan pasien dengan tetap memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
-     Untuk memberikan asupan makanan pasien sesering mungkin.
-     Untuk mengetahui pentingnya kebutuhan nutrisi bagi pasien

3
Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam pada pasien dengan intoleransi aktivitas  dapat teratasi
Aktivity Tolerance (0005)
-   Berpartisipasi dalam aktivitas fisik tanpa disertai peningkatan TTV
-   TTV : RR 24x/menit, TD 110/70 mmhg. N 80x/menit, T 36,50C
-   Pasien tampak tampak tidak lemah
Activity Theraphy (4310)
-   bantu pasien untuk mengidentifikasi aktivitas yang mampu dilakukan
-   bantu pasien memilih aktivitas yang sesuai dengan kemampuan fisiknya.
Vital Sign Monitoring(6680)
-   kaji TTV ( sebelum. Selama, dan sestelah beraktivitas)
-     untuk mnegetahui aktivitas yang dapat dilakukan pasien sesuai kondisi sekarang
-     untuk menghindari derajat keparahan kelelahan pasien
-     untuk mengetahui apakah ada perubahan TTV setelah melakukan aktivitas



E.     CATATA PERKEMBANGAN
Nama       :                                   Hari/Tanggal              :
Jam          :
IMPLEMENTASI
EVALUASI
DS :
1.            Klien mengatakan mengalami napas pendek selama beberapa minggu, sesak napas sangat terasa saat beraktivitas, dan napasnya berbunyi “ngik-ngik”
2.            klien mengatakan napsu makan menurun dan makan habis ½ porsi
3.            klien mengatakan sesak napas setelah beraktivitas, aktivitasnya terbatas dan cepat letih.
DO:
1.  klien tampak letih, tampak cuping hidung, tampak terengah – engah saat bernapas, bunyi napas wheezing, RR 32x/menit.
2.  BB 43 kg, Tb 155 cm, IMT 17,8, Klien tampak lemah dan makan habis ½ porsi.
3.  klien tampak membatasi aktivitasnya, terlihat letih, dan ada dispnea setelah beraktivitas.
DIAGNOSA :
1.  Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan keletihan otot pernapasaN
2.  Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia
3.  Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan Oksigen
TINDAKAN:
1.1  mengidentiffikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan napas buatan
1.2  mengauskultasi suara napas , mencatat adanya suara tambahan
1.3  mengatur peralatan oksigenasi
1.4  memposisikan pasien semi fowler
2.1        memberikan informasi tentang kebutuhan nutrisi bagi tubuh
         memberikan makanan kesukaan pasien dengan pertimbangan ahli gizi
2.3    memberikan makanan dengan porsi sedikit tapi sering
2.4    memberikan suplemen nutrisi
3.1    memonitor TTV ( sebelum, selama dan setelah aktvitas)
3.2    membantu klien mengidentifikasi aktivitas yang mampu dilakukan
3.3    membantu klien memilih aktivitas yang sesuai dengan kemampuan fisiknya.
RTL :
1.       monitor TTV sebelum dan setelah pasien beraktivitas
2.       monitor respirasi dan status O2
3.       auskultasi suara napas , catat adanya suara tambahan
4.       berikan suplemen nutrisi yang bisa menambah napsu makan pasien
S :
1.       klien mengatakan masih terasa sesak ketika berbaring
2.       klien mengatakan napsu makan mulai meningkat dan bisa menghabiskan ¾ porsi
3.       klien mengatakan tidak sesak ketika beraktivitas dan tidak cepat lelah.
O :
1.    tampak adanya cuping hidung ketika berbaring, RR 24x/menit
2.    BB 44 kg, Tb 155 cm,  IMT 18,3, klien makan habis ¾ porsi
3.        klien tampak lebih segar dan mampu beraktivitas
A :
1. ketidakefektifan pola napas (+)
2. ketidakseimbangan nutrisi kurang dati kebutuhan tubuh (+)
3. Intoleransi aktivitas (-)
P :
1.  posisikan tidur pasien semi fowler jika pasien merasa sesak, anjurkan pasien untuk membatasi aktivitasnya.
2.  anjurkan pasien makan sedikit tapi sering, anjurkan paien untuk
NAMA PERAWAT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

nostalgia ps1